Senin, 30 Januari 2017

Tahun Depan, Samsung Tak Bikin Galaxy Note Baru?

Samsung dikabarkan akan mengubah strategi penjualan ponselnya. Perusahaan bakal berhenti mengembangkan seri Galaxy Note dan fokus pada pengembangan seri Galaxy S saja.



Selama ini Samsung memakai strategi jagoan ganda. Ada dua ponsel mutakhir yang dirilis tiap tahun, yaitu Galaxy S pada paruh pertama dan Galaxy Note pada paruh akhir.

Bila kabar yang beredar tepat, berarti strategi tersebut akan segera ditinggalkan dan Samsung bakal menjagokan satu lini ponsel saja, yaitu seri Galaxy S. Kualitas produk tersebut pun dapat ditingkatkan dan lebih terjamin.

Informasi yang dirangkum KompasTekno dari Korea Herald, Rabu (19/10/2016) menyebutkan bahwa alasan perubahan strategi tersebut terkait dengan pengelolaan jadwal produksi ponsel.

Saat ini, jadwal perilisan ponsel Samsung sudah begitu ketat. Proses produksi pun mesti digeber sehingga disinyalir berpengaruh pada kualitas produk akhir.

Alasan inilah yang disinyalir membuat Galaxy Note 7 bermasalah, seperti baterai yang meledak dan terbakar. Perusahaan asal Korea Selatan itu pun langsung meresponnya dengan penarikan unit di seluruh dunia.

Berikutnya, pengguna Galaxy Note 7 pun mendapatkan penggantian, salah satunya berupa unit ponsel yang diyakini sudah aman. Namun malang, pasca pengiriman unit baru ini, masih muncul kasus serupa.

Sejumlah pengguna melaporkan bahwa unit pengganti Samsung Galaxy Note 7 tiba-tiba berasap dan terbakar. Samsung langusng menjawab masalah ini dengan penghentian produksi seluruh unit Galaxy Note 7.

Kasus ledakan dan kebakaran pada ponsel Galaxy Note 7 diduga akibat cacat pada baterai litihium-ion yang dipakainya. Hal ini, disinyalir, turut mempengaruhi keputusan Samsung untuk mengubah strategi penjualan ponselnya tahun depan.

“Sementara ini, masih belum diketahui apa tindakan yang akan diambil Samsung demi memperbaiki kekacauan yang melibatkan Galaxy Note 7 itu. Tapi bisa dipastikan mereka akan mengubah strategi marketing yang ada. Portfolio produk pun akan berubah,” terang sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar